Data di balik tiga pilar kami

- Angka stunting (2023)
- 21,5% anak balita
- Bekerja ke luar negeri (2024)
- 295.000+ ditempatkan
- Potensi wakaf uang
- ≈ Rp180 triliun/tahun
- Sumber
- SKI 2023 · BP2MI 2024 · BWI
Tantangan Indonesia saling berkaitan — begitu pula jawaban kami. Hampir separuh anak balita tidak mendapat asupan pangan beragam yang penting bagi tumbuh kembang, dan angka stunting masih di atas ambang 20% WHO. Akses terhadap layanan preventif dan deteksi dini pun belum merata, terutama bagi pekerja dan masyarakat kurang terlayani.
21,5%
angka stunting anak (SKI 2023, Kemenkes)
295.000+
orang Indonesia ditempatkan bekerja ke luar negeri pada 2024 (BP2MI)
Tiap tahun ratusan ribu orang Indonesia berangkat bekerja ke luar negeri — lebih dari 295.000 ditempatkan pada 2024 — namun banyak yang masih lewat jalur informal berisiko tinggi, alih-alih jalur legal dan terampil. Memperluas akses ke jalur legal, beasiswa, dan keterampilan adalah kunci mengubah mobilitas itu menjadi pekerjaan yang layak dan bermartabat.
Sementara itu, pendanaan program sosial masih terlalu bergantung pada hibah sesaat, padahal potensi dana abadi bangsa — sekitar Rp180 triliun kapasitas wakaf uang per tahun — sebagian besar belum tergarap. Kalayudha bekerja di titik temu ketiganya: Skrining Kesehatan Bersama Mitra dan blueprint kesehatan preventif yang disusun bersama Kementerian Kesehatan, jalur legal IEGS untuk kuliah dan bekerja ke luar negeri, serta Endowment Fund untuk pendanaan yang bertahan. Masing-masing dicatat secara jujur terhadap target 2025–2030 kami.
Lihat inisiatif kami



